Kanker Mulut Rahim

KANKER MULUT RAHIM

Kanker mulut rahim adalah jenis kanker yang paling banyak diderita oleh wanita. Kanker mulut rahim, seperti juga kanker yang lain terjadi karena pertumbuhan sel yang tidak terkontrol karena adanya kelainan kerja gen. Sampai saat ini belum dapat dijelaskan mengapa seseorang akan menderita kanker mulut rahim, namun ada beberapa faktor risiko yang mungkin menyebabkan seseorang lebih besar risikonya untuk menderita kanker mulut rahim.

Dinegara-negara maju jumlah penderita kanker mulut rahim tidaklah sebanyak di negara berkembang, hal ini disebabkan tingginya kesadaran masyarakat untuk mengikuti program pendeteksian dini dan pencegahan.

Biasanya penderita kanker datang berobat ketika telah ada gejala-gejala dan ini berarti kanker sudah mulai menyebar sehingga penanganannya lebih sulit.

Penyebab kanker mulut rahim sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa keadaan yang menyebabkan resiko terkena kanker ini meningkat seperti terinveksi virus HPV ( Human Papiloma Virus ).

Ada beberapa faktor yang menyebabkan wanita beresiko terkena kanker mulut rahim :

  1. Melakukan hubungan seksual pada usia muda ( 15 tahun ).
  2. Sering berganti-ganti pasangan.
  3. Melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan.
  4. Penyakit menulas seksual.
  5. Memiliki kebiasaan sex yang menyimpang.
  6. Kurang menjaga kebersihan organ kewanitaan.
  7. Merokok.
  8. Sering melahirkan.
  9. Menggunakan pil KB lebih dari 4 tahun menaikkan resiko 1,5 – 2,5 kali.
  10. Kekurangan vitamin C, asam folat, retinol dan vitamin E.

Gejala kanker mulut rahim pada stadium dini :

  1. Kadang-kadang terjadi pendarahan
  2. Pendarahan setelah berhubungan intim

Beberapa gejala yang patut diwaspadai oleh kaum perempuan. Seperti munculnya keputihan, perdarahan setitik pascasenggama dan pengeluaran cairan encer dari vagina. Hal-hal tersebut bisa memberikan tanda ada kelainan pada mulut rahim.

Gejala kanker mulut rahim pada stadium lanjut :

  1. Nyeri perut bawah, panggul dan punggung
  2. Pendarahan dari saluran kencing dan anus
  3. Pebengkakan kaki

Pencegahan dan deteksi dini :

Pencegahan dan deteksi dini terhadap kanker mulut rahim dilakukan dengan melakukan pemeriksaan pap smear. Pap smear adalah tes kesehatan untuk memeriksa sel-sel di sekitar mulut rahim. Pemeriksaan pap smear sebaiknya dilakukan setahun sekali oleh wanita yang telah melakukan hubungan intim. Cara lain adalah melakukan vaksinasi terhadap virus HPV.

Pengobatan penyakit mulut rahim itu dapat dilakukan dengan berbagai pilihan
tergantung pada kondisi penyakit itu misalnya, melalui operasi, radiasi,
khemoterapi atau gabungan semua. Tentu pencegahan lebih baik daripada pengobatan.

Oleh karena itu, dokter Bambang Dwipoyono dari divisi kanker
ginekologis RSKD harmais menganjurkan ada beberapa upaya yang dilakukan untuk menghindari penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.                                    .

Secara umum, katanya, pencegahan penyakit itu dapat dibagi menjadi tiga area
yaitu primer, sekunder, dan tertier. Pencegahan primer bertujuan menurunkan
angka kejadian suatu penyakit dan seluruh populasi adalah targetnya.

Untuk kanker serviks, pencegahan primer dapat dilakukan melalui perubahan pola
diet atau suplemen, vaksinasi profilaksi dan reduksi faktor-faktor risiko. Cara
untuk menurunkan risiko adalah dengan menghindari punya pasangan seks pria yang
banyak.

Selain itu, faktor nutrisi juga dapat mengatasi masalah kanker mulut rahim.
Penelitian mendapatkan hubungan yang terbalik antara konsumsi sayuran berwarna
hijau tua dan kuning (banyak mengandung betha karoten atau vitamin A, vitamin C
dan vitamin E) dengan kejadian neoplasia intra epithelial juga kanker serviks.

Artinya semakin banyak makan sayuran berwarna hijau tua dan kuning, maka akan
semakin kecil risiko untuk kena penyakit kanker mulut rahim. Sedangkan pencegahan sekunder meliputi deteksi dini atau penapisan dengan tujuan
menurunkan kejadian penyakit dengan menemukan sebelum menimbulkan gejala dan
memulai pengobatan seawal mungkin.

Pada kanker serviks pencegahannya dapat dilakukan melalui tes Pap (papsmear),
deteksi adanya virus papiloma manusia dan teknik baru yang dapat meningkatkan
kemampuan tes Pap dan deteksi virus papiloma manusia.

Karena proses dari normal sampai menjadi kanker itu memerlukan waktu yang agak lama, kata Bambang, tidak mungkin setelah 6 bulan tes Pap langsung positif.
Untuk pencegahan, dia menyarankan untuk melakukan tes Pap setelah usia 25 tahun
atau setelah aktif berhubungan seksual dengan frekuensi dua kali dalam setahun.
Bila dua kali tes Pap berturut-turut menghasilkan negatif, maka tes Pap dapat
dilakukan sekali setahun.                                      .

Untuk pencegahan tertier ditujukan kepada penderita yang sudah menunjukkan
adanya penyakit dan gejala penyakit. Tujuannya adalah menurunkan kekambuhan atau menemukan kekambuhan seawal mungkin.

Cara pengobatan yang dilakukan terhadap penderita kanker mulut rahim adalah :

  1. Operasi
  2. Radioterapi
  3. Kemoterapi

Semakin dini kanker mulut rahim terdeteksi maka semakin mudah penangannya dan semakin besar harapan hidup yang dimiliki.

Leave a response and help improve reader response. All your responses matter, so say whatever you want. But please refrain from spamming and shameless plugs, as well as excessive use of vulgar language.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.